Konsep Teknologi Sistem Cerdas
Apakah sistem cerdas itu?
Tahukah anda bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, baik setiap
gejala alamnya, fenomena yang terjadi di dalamnya, bahkan kehidupan
makhluk-makhluk yang ada di dalamnya merupakan suatu bentuk persamaan
matematis? Atau dapat dibilang segala gejala dan fenomena tersebut dapat dibuat
ke dalam bentuk persamaan matematis, termasuk di dalamnya adalah bagaimana cara
kerja otak dan bagaimana manusia berpikir. Pemrograman konvensional masih dapat
digunakan untuk membuat mesin atau komputer berinteraksi dengan manusia, namun
bagaimana untuk wilayah-wilayah sensitif atau area soft science yang
tidak dapat dijelaskan atau dirumuskan dengan pasti? Sehingga kemudian
muncullah suatu analisis mengenai bagaimana cara kerja otak manusia dan
dirumuskan dalam suatu persamaan matematis atau model matematika. Dari model
matematika inilah kecerdasan buatan dapat diciptakan.
Sistem cerdas adalah sistem yang
menerapkan kecerdasan buatan. Jadi, “kecerdasan” inilah yang diciptakan untuk
kemudian dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer. Sistem ini dibuat agar
dapat berpikir layaknya manusia. Sistem ini juga dibuat agar dapat
“berperilaku” seperti manusia, juga mampu menyerap pengalaman dan mampu
bertindak berdasarkan pengalaman tersebut, sehingga sistem ini seolah-olah
mempunyai kehendak sendiri dan mampu berpikir seperti halnya manusia.
Tiga konsep dasar dalam sistem cerdas adalah:
- Bagaimana kerja otak manusia? Hal ini dibahas dalam kajian Artificial Neural Network yang membahas mengenai bagaimana cara sel saraf otak kita bekerja.
- Bagaimana manusia berpikir? Hal ini dibahas dalam kajian Artificial Intelligence yang membahas mengenai bagaimana mesin dapat berpikr dan bertindak layaknya manusia.
- Bagaimana manusia merasa? Hal ini dibahas dalam kajian Fuzzy Logic yang membahas mengenai bagaimana mesin dapat dibuat agar mempunyai unsur-unsur perasaan seperti manusia sehingga mesin tersebut dapat mempunyai kehendak dan mengambil keputusan sesuai unsur rasa tersebut.
Fuzzy Logic atau logika fuzzy sering juga
disebut konsep perasa atau logika samar. Logika ini berhubungan dengan nilai
yang samar, maksudnya sebuah nilai tidak hanya dapat bernilai benar atau salah,
tetapi dapat bernilai benar dan salah secara bersamaan. Logika ini dibuat untuk
menganalisa bagaimana membuat nilai rasa. Contohnya, bayangkan saja kita sedang
naik mobil yang disetir oleh robot dengan logika fuzzy, kemudian tiba-tiba ada
seseorang yang menyebrang, otomatis kita akan berteriak “AWAS!!”. Di dalam
menerjemahkan kata “AWAS!!” ini, robot memiliki unsur rasa, apakah kita
berteriak “AWAS!!” dengan panik atau hanya sekedar memperingatkan sehingga
robot kemudian akan mengerti seberapa banyak ia harus membelokkan setirnya.
Mengapa
harus ada Sistem Cerdas?
Sistem cerdas bertujuan untuk
membuat mesin dapat berinteraksi dengan manusia layaknya cara manusia manusia
berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak. Tujuannya tak lain adalah untuk
membantu, memudahkan, dan mengefisienkan kerja manusia. Sistem cerdas mampu
mengenali pola dalam interaksinya dengan manusia sehingga mampu menyerap
pengalaman.
Dimanakah Pengimplementasian
Sistem Cerdas?
Sistem cerdas menerapkan kecerdasan
buatan pada mesin atau komputer. Contoh dari sistem cerdas yang sering kita
temui sehari-hari adalah pada games, contohnya seperti pada games Angry
Birds atau DOTA yang memiliki banyak sekali kemungkinan gerak aksi-reaksi
pada unsur-unsur dalam games tersebut sehingga tidak mungkin ditangani oleh
pemrograman konvensional. Sistem cerdas juga dapat diterapkan di bidang
robotika, misalnya sistem cerdas ini dapat membuat analisa keseimbangan pada
gerak refleks robot BigDog atau analisa lengan robot yang mampu mengangkat
telur tanpa memecahkannya. Sistem cerdas juga memungkinkan kita berinteraksi
secara emosional pada robot yang dapat memiliki unsur rasa.
Pengertian Expert System (Sistem
Pakar)
Expert System (sistem pakar) yaitu sistem berbasis komputer
yang mengadopsi pengetahuan seorang pakar ahli ke dalam sistem berbasis
komputer yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan seperti yang
dilakukan oleh seorang pakar/ ahli. Sistem pakar bukan bertujuan untuk meniadakan
seorang pakar/ ahli, akan tetapi bertujuan untuk mendokumentasi/ menyimpan
pengetahuan pakar dalam komputer, alasannya kemampuan seorang pakar bisa
berubah-ubah seiring perkembangan usianya yang semakin tua. Sehingga dengan
adanya sistem pakar ini maka akan membantu pekerjaan seorang pakar maka tidak
heran jika sistem pakar disebut asisten seorang pakar yang berpengalaman.
Ada beberapa definisi tentang sistem
pakar, antara lain:
- Durkin: sistem pakar adalah suatu program computer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar
- Ignizio: sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar
- Giarratano dan Riley: sistem pakar adalah suatu sistem computer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.
·
Sistem pakar merupakan salah satu bagian kecerdasan buatan yang akhir-akhir
ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sistem ini dirancang untuk dapat
menirukan keahlian seorang pakar dalam menjawab pertanyaan dan menyelesaikan
suatu permasalahan baik di bidang kesehatan, bisnis, ekonomi, keuangan dan
sebagainya.
·
Sistem pakar merupakan program computer yang mampu menyimpan pengetahuan
dan kaidah dari domain pakar yang khusus. Dengan bantuan sistem pakar seorang
yang awam atau tidak ahli dalam suatu bidang tertentu akan dapat menjawab
pertanyaan, menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang biasanya
dilakukan oleh seorang pakar.
Jadi dari beberapa pengertian diatas maka pengertian sistem pakar sendiri
adalah suatu system yang mempunyai kemampuan seperti seorang ahli pakar atau
mempunyai seperti seseoarang yang ahli dalam bidang tertentu, dimana dapat
menjawab masalah dan memberikan keputusan seperti seorang pakar.
Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah
sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan
pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak
terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam
situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak
seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban,
2001).
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
- Sistem yang berbasis komputer.
- Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan
- Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual
- Melalui cara simulasi yang interaktif
- Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama.
Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Secara umum
Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu database
Management, Model Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK
tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
a. Database Management
Merupakan
subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan
suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam
lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan
permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
b. Model Base
Merupakan
suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif
(model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan
keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif),
komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan
hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan
menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi
alternatif.
c. User Interfase / Pengelolaan Dialog
Terkadang
disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen
sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam
komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk
model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi
pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.
Manfaat Sistem Pendukung Keputusan
SPK dapat
memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK
adalah :
- SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
- SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
- SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
- Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
sumber :
http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html
http://erlindamettadewi-fst09.web.unair.ac.id/artikel_detail-43183-Sistem%20Cerdas-OVERVIEW%20tentang%20SISTEM%20CERDAS.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar
Komentar
Posting Komentar