Biografi wiranto

Kamis, 12 November 2015


Biografi Wiranto


Pada postingan kali ini, saya akan membahas mengenai biografi seorang tokoh yang terkenal sebagai ketua partai dan juga mantan Jenderal pada era reformasi, yaitu Jenderal TNI Dr. H. Wiranto, SH. Beliau dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 4 April 1947. Beliau merupakan seorang tokoh militer dan politikus di Indonesia. Beliau menjabat sebagai Panglima TNI pada periode 1998 - 1999. Setelah masa jabatannya selesai, ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura. Beliau menempuh pendidikan di SMA Negeri 6 Surakarta, Akademi Militer Nasional, Sekolah Staf dan Komando TNI AD, Universitas Terbuka Jurusan Administrasi Negara, Lemhannas RI, Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Militer.

Karir militer beliau mulai menanjak sejak menjadi ajudan presiden pada tahun 1987 - 1991, menjabat Kasdam Jaya, Pangdam Jaya, Pangkostrad dan KSAD. Setelah menjabat sebagai KSAD, beliau ditunjuk oleh Presiden Soeharto menjadi Pangab pada tahun 1998 hingga era B.J. Habibie. Beliau sempat diduga terlibat dalam perang Timor Timur pada tahun 1999 bersama lima perwira lain dan didakwa pengadilan PBB terlibat kekerasan yang menyebabkan 1500 warga Timor Timur tewas, namun pengadilan HAM Indonesia menolak dan melakukan penyelidikan terhadap perwira dan aparat kepolisian yang diduga terlibat. Penolakan tersebut dianggap sebagai sebuah pelecehan dan membuat Deplu Amerika Serikat marah, sehingga Wiranto beserta temannya dilarang masuk ke Amerika Serikat.

Karirnya mulai terang setelah Gus Dur menjabat sebagai Presiden, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, namun tidak lama kemudian ia dinonaktifkan dan mengundurkan diri. Setelah berhasil menyisihkan Partai Golkar yang diketuai oleh Ir. Akbar Tanjung, ia maju sebagai kandidat Presiden pada tahun 2004 bersama Salahuddin Wahid namun gagal menjabat sebagai Presiden.

Pada tahun 2006, ia mendeklarasikan Partai Hanura dan ia menjabat sebagai ketua umum dalam partai tersebut. Setelah pemilu legislatif 2009, ia bersama Jusuf Kalla mengumumkan pencalonannya sebagai pasangan capres dan cawapres, yaitu Jusuf Kalla sebagai capres dan Wiranto sebagai cawapres, namun kembali gagal meraih kursi presiden pada pemilu tahun 2009.

Pada tahun 2013, Wiranto bersama dengan Hary Tanoesoedibjo secara resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres dan cawapres dengan mengusung slogan “pasti maju Indonesia”. Pengalaman Wiranto selama 35 tahun di militer dan pengusaha sukses Harry dianggap dapat memahami dan mengerti persoalan ekonomi nasional.

Wiranto memiliki istri bernama Hj. Rugaiya Usman dan dikaruniai 3 orang anak, yang bernama Amalia Santi, Ika Mayasari dan alm Zainal Nur Rizky. Wiranto sangat bersahaja dalam mendidik anak-anaknya dan mengutamakan pelajaran agama sebagai bekal hidup. Selain itu, ia menerapkan demokrasi di keluarganya, sehingga anak-anaknya bebas menentukan pilihannya, ia tidak mengembangkan dinasti politik pada keluarga, karena hal tersebut tidak mendidik dalam demokrasi.

Amalia Santi sempat menjadi anggota MPR RI yang mewakili Forum Komunikasi Purnawirawan Indonesia pada masa Orde Baru, namun karena sering dikaitkan dengan nama besar sang ayah, Amalia hanya dapat bertahan enam bulan di MPR dan memutuskan untuk mengundurkan diri. Demikian ulasan tetang biografi Wiranto dan segala karir yang diraihnya serta kehidupan keluarganya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tips Mendapatkan Pekerjaan

Kisah Mcdonald

Tugas 1 dan 2 Perhitungan Kredit dengan Menggunakan Metode Flat Rate dan Sliding Rate